Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Mengenal Pesona Emas Kuning Dan Semua Keajaiban Yang Tersimpan Di Dalamnya

emas kuning

Diamondlovers penasaran tidak mengapa emas kuning tetap jadi pilihan yang tak tergantikan untuk perhiasan? Yang perlu diketahui, perhiasan emas tidak menggunakan emas murni lantaran sifatnya yang lunak dan warnanya kurang menarik. Demi mendapatkan perhiasan yang berkilau dan menarik indera penglihatan, dicampurkanlah logam emas murni dengan logam lainnya.

Mengejutkan, campuran logam-logam ini menciptakan perhiasan yang awet, tahan lama, warnanya memukau, dan bisa menjadi padanan batu mulia ap asana. Nah, di artikel kali ini, Diamond&Co akan jelaskan semua hal tentang emas yang sudah ada sejak zaman firaun ini.

Sejarah Emas Kuning Yang Dicintai Sepanjang Masa

Sejak zaman Raja Mesir kuno, emas dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa. kehadirannya tidak pernah ditinggalkan zaman. Makan Firaun saja menggunakan emas. 

Istana-istana megah di Eropa pada era Renaissance sampai sekarang menjadi perhiasan fine jewelry modern, emas selalu relevan dan tidak pernah lekang.

Tapi, sejak kapan manusia pertama kali jatuh cinta pada logam berwarna kuning ini? Dan bagaimana ia bertransformasi dari logam yang ditemukan di dasar sungai menjadi simbol kemewahan dan cinta yang dirayakan lintas generasi?

Awal Mula

Era emas kuning dimulai jauh sebelum peradaban pertama berdiri. sekitar tahun 40.000 SM, pecahan emas telah ditemukan di gua-gua Spanyol, tapi di masa itu, emas belum digunakan sebagai nilai tukar atau kekayaan.

Namun, visualnya sudah menarik banyak orang sebab ia memiliki warna yang menyerupai cahaya matahari. Di zaman ini, banyak orang mengekstraksi emas bukan karena nilai moneternya, tapi karena kilaunya.

Mesopotamia dan Mesir Kuno

Mesopotamia adalah pelopor perhiasan emas. Para ahli logam di zaman ini merangkai emas menjadi aksesoris yang indah, seperti memadukan kalung emas dengan batu lapis lazuli, mendesain mahkota emas, pisau dan belati emas, bahkan bejana untuk minum.

Sementara itu, orang Mesir kuno meng-upgrade penemuan orang Mesopotamia lebih jauh. Bagi bangsa ini, emas bukan sekadar barang tambang, tapi ia adalah cahaya Dewa yang membeku menjadi logam. 

Firaun dan bangsawan di sana memakai emas sepanjang masa dan membawa logam ini sebagai bekal di alam baka.  

Di sisi lain, para pengrajin logam di zaman ini mewariskan teknik pembuatan emas yang dikenal dengan nama Lost Wax Casting, ukiran timbul (embossing), anyaman kawat halus (filigree), hingga cloisonné, seni mengisi email berwarna ke dalam logam.

Yunani dan Romawi

Beda lagi di era klasik Yunani dan Romawi. Logam mulia ini bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan yang universal.

Di zaman ini, perhiasan emas berfungsi sebagai bentuk kekayaan yang mudah dibawa, kerap dipertukarkan sebagai hadiah atau mas kawin dalam upacara pernikahan.

Para pengrajin Yunani unggul dalam membuat diadem dan karangan bunga yang halus, sementara tukang emas Romawi menyukai kalung dan jimat yang berat dan rumit.

Di Roma, kepemilikan perhiasan emas kuning bahkan diatur oleh hierarki sosial: hanya kalangan senator, bangsawan, dan kaisar yang berhak mengenakan perhiasan emas dalam jumlah tertentu.

Nusantara

Di bumi Nusantara sendiri, emas memiliki sejarang yang tidak kalah agung. berbagai temuan emas dari masa lampau membuktikan bahwa Nusantara bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga pernah menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan dunia.

Dan, leluhur Nusantara telah menguasai seni pengolahan emas kuning pada level yang setara dengan peradaban-peradaban besar dunia.

Artefak emas kuno selalu menjadi simbol kejayaan, kemakmuran, dan tingginya peradaban suatu bangsa. Penemuan emas kuno di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjadi bukti kuat kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Di kawasan lahan gambut ini, para peneliti menemukan berbagai perhiasan emas seperti cincin emas kuno, kalung, serta perhiasan bermata batu mulia. 

Beberapa artefak menunjukkan motif bercorak Mesir dan Indo-Pasifik, memperkuat dugaan bahwa Sriwijaya memiliki jaringan perdagangan internasional yang luas pada abad ke-9 hingga ke-14.

Abad Pertengahan

Ketika Eropa memasuki Abad Pertengahan, emas kuning mengambil dimensi spiritual yang kuat. Abad ini menyaksikan kelanjutan dominasi emas dalam perhiasan, dengan pergeseran gaya yang dipengaruhi oleh semangat keagamaan dan masyarakat feodal.

Di masa ini pula, penjelajahan dan perdagangan internasional meningkat pesat. Kerajaan-kerajaan Eropa berlomba-lomba mencari sumber daya emas di berbagai belahan dunia.

Perang Salib secara tidak langsung membuka kembali jalur pengetahuan pengerjaan emas dari Timur ke Barat, menghidupkan kembali teknik-teknik yang sempat terlupakan.

Renaissance

Emas kuning mendapatkan puncak popularitas di masa renaissance. Era ini membawa kebangkitan motif klasik dan penghargaan baru terhadap seni pengerjaan emas, baik di kalangan bangsawan kerajaan sampai di bidang industri perhiasan.

Di zaman ini, para pengrajin tidak hanya menghidupkan Kembali Teknik kuno, tapi juga mengembangkan pendekatan baru dalam penyetingan batu permata yang memperlihatkan keindahan emas dan batu berharga secara bersamaan.

Era Victoria dan Modern

Era Victoria di abad ke-19 menyaksikan ledakan perhiasan emas, terutama semasa pemerintahan Ratu Victoria. Emas dibuat untuk perhiasan, kompartemen tersembunyi untuk menyimpan benda sentimental seperti portrait.

Di masa ini, emas mulai banyak diakses oleh berbagai kalangan. Revolusi industri lah yang memulainya. lalu, di abad 20, emas kuning mengalami pasang surut seiring munculkan penemuan logam emas jenis baru. Namun, ia tetap menjadi pilihan yang aman bagi semua kalangan bahkan sampai sekarang.

Desainer perhiasan kontemporer menghadirkan emas kuning dalam desain yang lebih segar, minimal, dan modern. ini membuktikan bahwa logam ini mampu beradaptasi dengan setiap selera zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Komposisi Emas Kuning: Memahami Campuran Logamnya

Mari kita pahami campuran logam emas yang banyak digunakan di industri perhiasan. Nah, ada tiga jenis logam yang dijadikan sebagai campuran utama, yaitu:

  • Emas murni adalah sebagai komponen utama

  • Perak (Silver) memberikan kelenturan dan memperjelas warna

  • Tembaga (Copper) menambah kekuatan dan sedikit kehangatan pada warna

Proporsi ketiga logam ini menentukan kadar karat dan intensitas warna kuning yang dihasilkan. Semakin tinggi kandungan emas murninya, semakin dalam dan kaya warna kuning yang tampak. Namun, secara bersamaan, logamnya menjadi lebih lunak.

Memahami Sistem Karat pada Emas Kuning

Karat didefinisikan sebagai satuan yang mengukur kemurnian emas dalam suatu perhiasan. Satu karat setara dengan 1/24 bagian emas murni. Berikut adalah panduan kadar karat yang umum ditemui di pasaran:

24 Karat (99,9% Emas Murni)

Emas murni lebih umum dijumpai dalam bentuk investasi seperti koin emas dan emas batang. Hal ini disebabkan karena struktur logamnya tidak solid, meski ia mempunyai warna paling kuning dan paling banyak kadar emasnya.

22 Karat (91,7% Emas Murni)

Masih tergolong emas murni, emas 22 karat popular di Kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah. Namun, ia masih lunak, sehingga perhiasan yang menggunakan emas ini kurang ideal untuk dijadikan sebagai perhiasan sehari-hari. Oleh sebab itu, ia banyak diguankan sebagai perhiasan seremonial dan pernikahan

18 Karat (75% Emas Murni)

Inilah standar emas yang paling banyak digunakan oleh rumah perhiasan mewah dunia. Emas 18 karat menawarkan keseimbangan sempurna antara kemurnian yang tinggi, warna kuning yang kaya, dan ketahanan yang cukup untuk pemakaian sehari-hari. Perhiasan berlian berkualitas tinggi hampir selalu menggunakan campuran emas 18 karat.

14 Karat (58,3% Emas Murni)

Lebih tahan lama dan lebih terjangkau dibanding 18 karat, menjadikannya pilihan populer di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Warna kuningnya sedikit lebih pudar, namun ketahanannya terhadap goresan jauh lebih baik.

9 Karat (37,5% Emas Murni)

Pilihan yang paling ekonomis dan paling tahan lama secara fisik. Namun kandungan emas yang lebih rendah membuat warnanya kurang cerah dibanding kadar yang lebih tinggi.

Jenis Emas Campuran Utama Karakternya

  • Emas Kuning:  Perak + Tembaga | Hangat, klasik, natural |
  • Emas Putih:  Paladium atau Nikel + Rhodium Plating | Modern, bersih, kontemporer |
  • Emas Rose:  Tembaga lebih dominan | Romantis, feminin, hangat kemerahan |

Perhiasan Emas Kuning Tetap Menjadi Pilihan Klasik: Temukan di Diamond&Co!

Elara Diamond Pendant S023-DPF0307

Elara Diamond Ladies Ring S023-DRF0335

Elara Diamond Earrings S023-DEF0313

IDR 7,590,000

Descriptions & Detail

Diamond 7 = 0.251 TCW NC/VS

 

Specification

Diamond 7 = 0.277 TCW NC/VS

IDR 10,800,000

Descriptions & Detail

Diamond 7 = 0.305 TCW NC/VS

 

Specification

Diamond 7 = 0.298 TCW NC/VS

IDR 10,650,000

Descriptions & Detail

Diamond 14 = 0.308 TCW NC/VS

 

Specification

Diamond 14 = 0.329 TCW NC/VS

Diamondlovers, di tengah popularitas emas putih dan emas rose yang terus meningkat, emas kuning tetap memiliki posisi yang tak tergoyahkan dalam dunia perhiasan fine jewelry.

Sebab ia paling dekat dengan emas alami, cocok untuk semua jenis batu permata, dan cocok di semua warna kulit. Apalagi ia punya nilai historis dan sentimentil. Untuk rekomendasinya, Diamond&Co. hadirkan koleksi perhiasan emas.

Elara Set: Ketika Bintang Turun ke Bumi

Elara Set adalah perhiasan untuk perempuan yang adalah bintangnya sendiri. kita mulai dengan memperkenalkan set koleksi cantik ini.

Dalam mitologi Yunani, Elara adalah sosok yang dicintai oleh Zeus sendiri, begitu agung hingga namanya diabadikan sebagai salah satu bulan Jupiter, benda langit yang berputar anggun mengelilingi planet terbesar di tata surya.

Dari inspirasi itulah lahir Elara Set by Diamond & Co, sebuah koleksi perhiasan berlian yang dirancang untuk perempuan yang membawa cahayanya sendiri ke mana pun ia melangkah.

Tiga Perhiasan Yang Jadi Andalan

Koleksi ini hadir dalam tiga wujud yang saling melengkapi: pendant, cincin, dan anting. Ketiganya dirancang dengan desain yang konsisten, elegan tanpa berlebihan, mewah tanpa harus berteriak. Setiap potongan berlian dipilih dengan cermat, bersertifikat dengan kualitas NC/VS yang memancarkan kilau bersih dan jernih, bagaikan embun pagi di atas permukaan kristal.

Elara Diamond Pendant hadir lembut di leher, seperti bintang kecil yang memilih untuk tinggal dekat jantungmu. Elara Diamond Ring melingkar di jari dengan presisi yang membuatnya terasa seperti selalu ada di sana sejak awal. Sementara Elara Diamond Earrings berbisik lembut di telinga, menghadirkan kilauan yang hanya terlihat oleh mereka yang cukup dekat untuk memperhatikan.

Karena seperti bintang yang menjadi namanya: Elara tidak perlu berusaha keras untuk bersinar. Ia cukup hadir, dan seluruh ruangan merasakannya.

Kesimpulan

Emas kuning bukan sekadar logam mulia. Ia adalah perpaduan antara sains, seni, dan sejarah yang telah melampaui batas waktu dan budaya. Bagi Diamondlovers yang sedang mempertimbangkan perhiasan fine jewelry, baik itu cincin lamaran, gelang, kalung, maupun anting, logam mulia ini adalah pilihan yang tidak akan pernah salah. Klasik, elegan, dan penuh makna.

Ingin tahu lebih lanjut tentang koleksi perhiasan emas kuning dan berlian lainnya? Jelajahi Diamond&Co. Dan temukan keajaiban manis di setiap piece-nya!

Back to Top